Wednesday, July 11, 2012

From 'Eco-luxury' to 'E-luxury' ; Redefinisi Konsep Kemewahan (3)

Dunia kemewahan telah berubah. Saat ini, lebih dari sebelumnya, perusahaan mendefinisikan kembali nilai-nilai mereka dalam mencari sebuah model ritel yang lebih menghormati lingkungan.

Di bagian lalu (2), terungkap bahwa banyak konsumen barang mewah, sejak pasca krisis ekonomi 2008 dan krisis-krisis ekonomi lain yang menyusul, semakin kritis dalam memilih dan membeli barang mewah. Mereka cenderung memilih barang yang nilainya "selamanya", yang lestari melintasi jaman apapun. Maka, ada yang kita sebut sebagai redevinisi nilai barang mewah yang ditandai secara menonjol 3 hal: perkembangan e-luxury, pertumbuhan ekonomi di China dan munculnya nilai-nilai baru (kesinambungan dan penelusuran produk).

Kunci Menciptakan Merek Barang Mewah

Menurut Giron, bahan utama merek mewah adalah kreativitas. Tantangannya adalah belajar bagaimana mengubah kreativitas ke dalam profitabilitas. Agar itu terwujud, sangat penting untuk:

a) Mengembangkan produk yang representatif (
emblematic products) menjadi simbol-simbol merek (symbols of the brand). Produk semacam ini, yang merupakan karakteristik merek yang mitis, adalah hal-hal yang datang ke pikiran setiap kali kita menyebut nama sebuah merek. Beberapa contoh adalah tas tangan Hermes Kelly, jaket Chanel, dan mokasin Tod.

b) Mengandalkan dukungan dari opini-opini terdepan. Dalam sejarah merek mitis, selalu ada pelanggan terkemuka yang menemukan produk-produk bermerek dan menjadikan milik mereka  sendiri. Orang-orang mentransfer atribut pribadi mereka sendiri dan nilai-nilai ke sebuah  produk. Misalnya, ketika Grace Kelly difoto membawa tas Hermes, produk yang memperoleh namanya, serta perbaikan citra dan perbedaan diwakili oleh aktris Amerika yang telah menjadi seorang putri Eropa. Ketika Marilyn Monroe menyatakan telah meneteskan 
Chanel Number Five pada tubuhnya sebelum tidur, ia dijadikan gambar yang menggoda pada produk.

Loewe [merek produk mewah Spanyol, terutama barang-barang kulit] telah memelopori penggunaan kulit domba imitasi untuk membuat tas. Inovasi ini menciptakan produk menjadi ringan dan memberinya sentuhan tak terkalahkan. Selain itu, Loewe menggunakan lapisan kulit yang tidak ada dalam koleksi mereka sebelumnya, "Ante-Oro". Model Amazona dalam koleksi yang menjadi simbol merek, menyatukan atribut kebijaksanaan, keanggunan dan kualitas yang karakteristik. Selain itu, model, merek yang terus-menerus diperbarui, terus dipilih oleh orang-orang terkemuka di Spanyol dan di seluruh dunia.

Pemimpin Tren dan Perusahaan Produk Mewah


Menurut Giron, seorang pemimpin tren adalah orang yang, karena kualitasnya, kepekaan rasa yang baik dan aksesnya ke informasi, menetapkan standar bagi pelanggan dan konsumen potensial dari sebuah merek. Seorang pemimpin opini harus mampu mewakili nilai-nilai baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud dari sebuah merek. Dalam beberapa kasus, seperti pada Hermes dan tas Kelly, produk mengambil nama orang yang menggunakan [atau memakai] dan yang menyalurkan semua atributnya ke produk.

Industri produk mewah berkembang pesat belakangan ini, dan perkiraan perkembangan untuk investasi perusahaan mewah terus meningkat. 
Harga saham pada bursa [Madrid] telah stabil, dan diferensiasi dengan industri lain lebih besar dari sebelumnya. Ini adalah kondisi yang baik untuk membeli.

Merek yang paling menarik adalah yang memiliki ciri khas gaya mereka sendiri pada produk, dan yang telah menunjukkan keberhasilan mereka di pasar-pasar internasional utama—Amerika Serikat, Asia dan Eropa. Salah satu kunci untuk membangun merek terkemuka di sektor ini adalah bahwa produk Anda mencerminkan gaya Anda sendiri yang karakteristik. Di samping itu, gaya ini mudah diidentifikasi dan menarik.

Ketika kita melihat asal-usul dari masing-masing merek terkemuka, kita melihat sejarah inovasi. Sebagai contoh, Louis Vuitton mengembangkan koper dengan tutup kain datar dan tahan air pada awal abad ke-20, yang lebih tepat untuk pelayaran trans-Atlantik pada zaman itu. Dan setelan jaket kembali diciptakan oleh [Giorgio] Armani di tahun 1970 memenuhi kebutuhan perempuan yang telah pindah ke dunia korporasi. Sebuah merek juga harus mampu terus membarui produk dengan kontribusi inovasi [tambahan]. Ketika kreativitas menjadi keuntungan  untuk pasar, ia berubah menjadi inovasi.

Cerita tentang inovasi dan kreativitas adalah asal-usul keberhasilan, dan mereka menempatkan merek baru pada sebuah peta. Kombinasi keterampilan kreatif dan manajer tim yang baik, yang tahu bagaimana mengubah kreativitas menjadi profitabilitas—merupakan variabel lain dalam persamaan. Menggabungkan keduanya memungkinkan Anda membangun sebuah merek, sukses yang berharga. (Bersambung)


*Artikel From 'Eco-luxury' to 'E-luxury' ;  Redefinisi Konsep Kemewahan ini diolah dari hasil wawancara redaksi Universia Knowledge@Wharton dengan penulis sendiri, Maria Eugenia Girón, Del 'ecolujo' al 'e-luxury': La redefinición del concepto del lujo tras la crisis di http://www.wharton.universia.net

0 comments:

Post a Comment

Silakan memberikan komentar atau pertanyaan terkait artikel ini. Terima kasih atas partisipasi Anda