Wednesday, July 11, 2012

From 'Eco-luxury' to 'E-luxury' ; Redefinisi Konsep Kemewahan (4)

Dunia kemewahan telah berubah. Saat ini, lebih dari sebelumnya, perusahaan mendefinisikan kembali nilai-nilai mereka dalam mencari sebuah model ritel yang lebih menghormati lingkungan.

Di bagian lalu (3), kita disadarkan bahwa menurut Giron, bahan utama merek mewah adalah kreativitas. Tantangannya adalah belajar bagaimana mengubah kreativitas ke dalam profitabilitas. Perusahaan yang kreatif dan memimpin tren merek di pasar adalah mereka yang mampu mempertahankan kekhasannya. 

Globalisasi Merek

Merek mewah itu bersifat global, dan produk-produk dan gambarnya pada dasarnya semua sama di seluruh dunia. Namun, ada nuansa dan adaptasi kecil dari produk yang mencerminkan selera pasar dan bahkan fisionomi pelanggan. Sebagai contoh, di Jepang lebih banyak dijual tas dan perhiasan yang lebih kecil daripada yang dijual di AS atau Rusia.

Pada kategori produk, menarik memperhatikan minat yang sangat tinggi pada asesoris di [Timur] Asia, dan  pada perhiasan di India. Dengan kata lain, persentase penjualan perhiasan mewah tertinggi di dunia ada di India. Sementara itu, berlian kualitas tertinggi dijual di Jepang, dan di Cina barang yang paling populer itu dijual terbatas.

Barang Mewah di Negara Berkembang

Giron menganalisa, yang disebut pasar-pasar baru—Cina, India, Brasil, Rusia, dan lain-lain—sudah menjadi penting dalam kancah pasar barang mewah. Kalau kita mengukur, menurut data dari Bain & Company, ada sekitar 170 miliar Euro dari penjualan tahun 2010, termasuk semua produk mewah (fashion, asesoris, perhiasan, jam tangan, parfum dan kosmetik). Ini termasuk (dalam Euro) 40 miliar di AS, 18 miliar di Jepang, 19 miliar di Cina; 4,5 miliar di Rusia, dan 4 miliar di Timur Tengah.

Jadi, pasar negara berkembang itu sudah menjadi sangat penting bagi sektor barang mewah. Jepang selama tahun 1980-an adalah pasar yang memicu transformasi dari kelompok fundamental Eropa, milik perusahaan keluarga menjadi sektor yang makmur di industria global. Saat ini, Cina adalah pasar yang telah menjadi mesin industri. Pasar Cina telah menyusul pasar Jepang dalam ukuran, dan sudah menjadi yang paling penting kedua.

Dampak dari besarnya volume Cina dan Jepang di sektor ini secara keseluruhan, mencerminkan tidak hanya penjualan produk mewah di pasar-pasar local negara, tetapi juga penjualan yang dihasilkan oleh turis Jepang dan Cina selama perjalanan mereka ke Eropa dan AS.

Angela Ahrendts, Chief Executive Burberry, mengatakan kepada Financial Times Oktober lalu bahwa penjualan perusahaannya untuk wisatawan Cina di London sudah sebesar 30% dari total penjualan.

Total penjualan di industri ini tumbuh 10% pada tahun 2010, dan secara geografis pertumbuhan tercepat ada di China, yang tumbuh sekitar 20%. Sementara itu, penjualan di Jepang menurun, dan pertumbuhan di tingkat Eropa dan Amerika Serikat telah pulih dari pertumbuhan sebelumnya di 2009. 

Di Amerika Latin, pasar yang paling penting saat ini adalah Brasil, di mana penjualan per tahun mencapai 1,5 miliar Euro, dan tingkat pertumbuhan di tahun mendatang diproyeksikan menjadi antara 15% dan 20% per tahun.*** (Diterjemahkan dan disadur dari sumber-sumber di bawah/Heronimus Maryono)

Sumber:
·    'Secretos de Lujo', un libro de María Eugenia Girón, di http://www.embelezzia.com/ocio/secretos-de-lujo-un-libro-de-maria-eugenia-giron, diakses 10 Desember 2011.
·    Del 'ecolujo' al 'e-luxury': La redefinición del concepto del lujo tras la crisis, di http://www.wharton.universia.net, diakses 11 Desember 2011.

0 comments:

Post a Comment

Silakan memberikan komentar atau pertanyaan terkait artikel ini. Terima kasih atas partisipasi Anda