Thursday, June 13, 2013

Brasil Bersiap Diri Menuju World Cup 2014

Brasil sedang mempersiapkan diri menjadi tuan rumah ajang sepak bola terbesar di bumi, world cup 2014 dan Olimpiade 2016 di Río de Janeiro. Infrastruktur negara itu menjadi topik utama pembangunan Brasil saat ini.

Pemerintah Brasil baru-baru ini telah mengumumkan rencana untuk berinvestasi sebesar 25.300 juta dolar AS (18.975 juta euro) pada proyek transportasi kereta modern mereka sampai tahun 2014. Sampai sekarang, telah diselesaikan sebanyak 3.400 kilo meter jaringan rel, sementara pemerintah juga mengembangkan proyek infrastruktur lain, seperti pemanjangan jaringan kereta subway (metro)  di Porto Alegre. Selain itu, kereta bawah tanah dengan kecepatan tinggi yang akan menghubungkan Sao Paulo dan Río de Janeiro akan selesai pada tahun 2022, demikian dilansir Tendencias21.net, yang sering mencatat perkembangan infrastruktur di Amerika Latin dan sekitarnya.

Brasil memang merasa perlu memodernisasi infrastrukturnya karena dua peristiwa penting yang akan di selenggarakan di negara para bintang sepak bola dunia itu, yakni Piala Dunia 2014 dan pesta olah raga sedunia, Olimpiade 2016 di Río de Janeiro.  Seperti yang diumumkan baru-baru ini oleh Presiden Brasil, Dilma Rousseff, sebagaimana dikutip bnamericas.com, pemerintahannya akan menginvestasikan 25.300 juta dolar AS (atau 18.975 juta euro) dalam jaringan kereta bawah tanah di negara itu hingga 2014. Sebagian dari dana tersebut termasuk dalam Program Percepatan Pertumbuhan (PAC) tahap kedua, yang membawa negara itu pada pertumbuhan yang melesat di negara-negara di Amerika Selatan.

Dana sebesar itu akan digunakan untuk meningkatkan dan memperluas 4.600 kilometer rel kereta bawah tanah milik negara. Sampai saat ini, telah diselesaikan 3.400 kilometer jaringan rel, dengan fokus pada proyek-proyek rel kereta di Norte-Sul, Transnordestina dan Oeste-Leste (Timor-Barat).

Menurut Presiden Brasil, pemerintahnya telah memfokuskan investasi pada sistem angkutan umum perkotaan, bermitra dengan pemerintah negara bagian dan lokal. Sejauh ini telah dialokasikan 18.000 juta real (sekitar 7 milyar 868 ribu euro) untuk proyek-proyek transportasi publik, yang dikembangkan pada 24 kota utama di Brasil.

Perpanjangan Metro de Porto Alegre

Metro de Porto Alegre merupakan salah satu layanan kereta bawah tanah perkotaan terbesar di negara ini. Membawa lebih dari 170.000 penumpang per hari, sarana publik ini menjadi bagian dari sistem transportasi dengan panjang 33,8 kilometer dan 17 stasiun. Jalur ini menghubungkan Porto Alegre dengan masyarakat di wilayah Metro utara, seperti Kano, Esteio, Sapucaia do Sul dan Sao Leopoldo.

Metro ini dioperasikan oleh Trensurb, sebuah perusahaan yang dikelola bersama oleh pemerintah pusat Brasil (99,21%), pemerintah negara bagian Rio Grande do Sul (0,61%) dan Porto Alegre (0,17%) . Sistem transportasi ini terdiri dari dua jalur arah dengan tenaga listrik yang dikerjakan proyeknya sejak tahun 1976.

Di samping inisiatif yang dilakukan oleh pemerintah Brasil untuk memodernisasi infrastruktur transportasi sebelum Piala Dunia 2014 dan Olimpiade 2016, serta untuk memenuhi tuntutan yang umum bagi negara yang sedang berkembang ini, Brasil juga telah merencanakan perpanjangan jalur rel Metro Porto Alegre, dengan investasi pekerjaan mencapai sekitar 540 juta dolar AS (atau 405 juta euro).

Sebagaimana dikutip sebuah artikel di railway-technology.com, proyek ini melibatkan instalasi 9,3 kilometer jalan layang, empat stasiun baru dan infrastruktur stasiun kelima di masa depan. Dengan demikian, dibangunlah kembali dan dikembangkan sistem pengembangan kereta terbaru di Brasil.  Konstruksi untuk proyek ini dimulai pada 2009, dan bagian baru untuk jaliur rel antara Museum Sao Leopoldo dan Novo Hamburg sudah dioperasikan sejak tahun ini.

Perluasan pada Metro de Porto Alegre mencakup sebuah jalur rel kedua yang menghubungkan pusat kota Porto Alegre dengan kota-kota di wilayah metropolitan bagian timur. Dengan demikian akan terbangun 19 kilometer jalur rel antara Sarandi dan Azenha. Sekitar 16 kilo meter jaringan rel kereta di Brasil seluruhnya akan berada di bawah tanah.

Kereta Super Cepat dan Tanpa Masinis

Di sisi lain, kereta berkecepatan tinggi yang akan menghubungkan Sao Paulo dan Rio de Janeiro selesai di tahun 2022, demikian laporan oleh Menteri Transportasi pemerintahan Brasil, Paulo Sergio Passos, yang disebut sebuah media bisnis Meksiko, El Financiero. Pemerintah telah melelang proyek pembangunan kereta bawah tanah itu beserta manajemennya dalam dua tahap, setelah tiga kali  pembatalan dalam proses penawaran.

Tahap pertama akan selesai sertifikasinya Desember tahun ini, untuk memutuskan perusahaan mana yang berhak mengelola teknologi dan yang akan menjadi operator kereta modern itu. Sementara itu, tahap kedua pada 2014, adalah waktunya bagi para konsorsium yang menang tender untuk membangun infrastruktur yang diperlukan.

Passos mengatakan bahwa konstruksi untuk transportasi ini kemungkinan akan memakan waktu sekurangnya enam tahun untuk penyelesaian proyek. Kereta api berkecepatan tinggi itu akan berjalan melalui rel sepanjang 511 kilometer dan akan mencakup kontrak konsesi selama 40 tahun. Tender ini awalnya dijadwalkan bulan Desember 2010, namun dibatalkan dan kemudian digelar kembali bulan April dan Juli 2011 lalu.

Pemerintah Brasil percaya bahwa kegagalan-kegagalan proses tender itu disebabkan karena tidak adanya penelitian yang lebih rinci tentang investasi yang dibutuhkan dan karakteristik proyek, yang menciptakan ketidakpastian bagi para investor swasta. Di kesempatan lain, pemerintahan Brasil akan berusaha memberikan rincian lebih lanjut dan keamanan lebih bagi perusahaan yang terlibat dalam proyek-proyek mercusuar itu.

Akhirnya, pada 16 Juni 2012 lalu, sebuah kereta Metro tanpa masinis alias dikendarai dengan sistem rel otomatis mulai beroperasi pada jaringan kereta Sao Paulo, yang menjadi kota pertama di Amerika Latin yang memiliki sistem rel otomatis. Inovasi ini adalah salah satu contoh dari semua teknologi baru yang akan diintegrasikan pada perluasan Metro Sao Paulo, salah satu jaringan kereta bawah tanah yang terbesar di dunia. Di tahun 2014, kota Brasil akan memiliki jaringan kereta bawah tanah dengan 420 kilometer dan 68 stasiun baru, yang dimanfaatkan oleh enam juta penumpang per hari. ***



Versi pra edit dari artikel terbitan Forum Manajemen Prasetiya Mulya, Juli-Agustus 2012. Terjemahan dari : Pablo Javier Piacente, Brasil avanza hacia la modernización de sus infraestructuras ferroviarias, di http://www.tendencias21.net

0 comments:

Post a Comment

Silakan memberikan komentar atau pertanyaan terkait artikel ini. Terima kasih atas partisipasi Anda